|
|---|
Monday, March 21, 2011
Menentukan 25 album terlaris sepanjang sejarah dunia musik Indonesia bukanlah hal gampang. Jujur saja, tak ada data yang valid tentang berapa jumlah angka penjualan sebuah album yang laku terjual.
Lalu bagaimana mendapatkan 25 album terlaris ini? Pertama, kami menanyakan ke beberapa perusahaan rekaman, album apa saja yang angka penjualannya tinggi. Soal angka penjualan ini, kami tanyakan juga ke beberapa wartawan musik senior yang paham benar lika liku dunia musik lokal. Cara lain, lewat penelusuran pustaka. Semua artikel musik, terutama yang berhubungan dengan angka penjualan album.
1. Bintang di Surga (2004) - Peterpan
Inilah album yang paling banyak terjual sepanjang sejarah musik Indonesia. Bintang di Surga laku 3 juta keping, rinciannya, sekitar 2,7 juta album laku di dalam negeri, sisanya terjual di negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darusallam dan Singapura. Fenomenalnya, album sebanyak itu terjual di tengah angka pembajakan yang makin menggila.
2. Ningrat (2000) - Jamrud
Album ini terjual sampai 1,8 juta keping. Angka penjualan ini bukan tanpa makna. Dibandingkan generasi pendahulu mereka yang sama-sama berkubang di blantika musik rock, mulai Super Kid, Staccato, AKA, Rollies, hingga God Bless, tidak pernah membuat catatan penjualan sebesar itu. Rekor penjualan album rock tertinggi hanya bisa dicapai "Semut Hitam" God Bless yang terjual di kisaran 300-400 ribu keping.
3. Sesuatu yang Tertunda (2001) – Padi
Ini album kedua Padi yang amat fenomenal. Bayangkan, dalam waktu 14 hari, album yang memuat hit "Semua Tak Sama" dan "Kasih Tak Sampai" ini laku sebanyak 450 ribu keping. Setahun lebih dari waktu rilisnya, album ini laku sampai 1,8 juta keping. Melihat jumlahnya, ini album dengan angka penjualan tertinggi yang pernah diraih Padi. Sekedar informasi, album perdana Padi laku sebesar 800 ribu keping.
4. Bintang Lima (2000) - Dewa
Di album "Bintang Lima", Dewa hadir dengan vokalis baru bernama Once serta dramer Tyo Nugros. Kala itu banyak yang pesimis kalau Dewa bakal bisa sukses. Namun ketakutan itu tak terjadi, album tersebut malah meledak. Albumnya terjual sebanyak 1,7 juta kopi. Sampai kini, rekor penjualan ini tak bisa ditandingi album Dewa lainnya. Bintang Lima mengandalkan hit sarat lirik bermuatan cinta seperti Separuh Nafas, Cemburu, Risalah Hati dan Dua Sejoli. Sukses album ini tergolong cepat. Dalam 3 bulan album ini saja terjual lebih dari 700 ribu keping. Lewat album ini, Dewa meraih penghargaan Ami Sharp 2000 untuk kategori Penyanyi/Grup Terbaik, Album Terbaik dan lagu Terbaik (Roman Picisan).
5. Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000) - Sheila on 7
Awalnya, banyak yang pesisimis, album kedua Sheila ini bakal mengulang sukses. Tapi ramalan itu berhasil mereka jungkir balikkan lewat tembang Sahabat Sejati, Bila Kau Tak Disampingku, Sephia dan Just For My Mom yang menghuni album Kisah Klasik Untuk Masa Depan Sheila on 7 malah lebih sukses dari album perdananya. Buktinya, di Indonesia album ini terjual 1,7 juta keping atau 11 platinum. Album perdana mereka laku sebanyak 1,3 juta keping. Di Malaysia album ini menjadi Top Best Sellers. Tak heran album ini tercetak dalam Hits of The World Majalah Billboard. Oh ya, salah satu lagu di album ini, Sephia, saking populernya dijadikan sebuah judul sinetron.
6. Langkah Baru (2005) – Radja
Lewat album inilah, Radja mendominasi blantika musik di tahun 2005. Alasannya gampang saja, penjualan album yang digawangi Ian Kasela (vokal), Moldy (gitar), Seno (dram) dan Indra (bas) paling ciamik dibanding grup musik atau penyanyi yang merilis album tahun itu. Totalnya, band ini sukses menjual 1,3 juta album. Sepanjang tahun 2005, tak ada penyanyi/grup band yang mampu menjual album sebanyak ini.
7. 07 Des (2002) - Sheila on 7
Ini album ketiga Sheila on 7. Di album ini, anak-anak Yogyakarta ini masih membuktikan ketangguhannya. Buktinya, album ini terjual 1,3 juta keping. Sukses album ini terhitung mengejutkan. Pasalnya, album ini cuma mengandalkan 1 hit, Seberapa Pantas. Seberapa Pantas dijadikan sebagai theme-song sinetron "Siapa Takut Jatuh Cinta?" Seandainya Sheila punya banyak hit, angka penjualan album ini pasti lebih besar dari 1,2 juta keping.
8. Cinta Rasul 1 (2000) - Hadad Alwi
Kalau ada album rohani yang angka penjualannya menembus angka 1 juta keping, pastilah album Cinta Rasul 1. Persisnya, album ini terjual 1,3 juta keping. Si empunya album ini adalah Hadad Alwi. "Saya nggak pernah menyangka semua itu bisa terjadi. Cuma bermodal konsep sederhana, komunikatif, dan nuansa isinya penyegaran rohani, ternyata album ini disambut antusias oleh masyarakat," ujar bapak 1 anak yang memulai olah vokal dari pesantren ini.
9. Cintailah Cinta (2002) – Dewa
Album Cintailah Cinta terjual sekitar 1,04 juta keping. Cintailah Cinta memuat hit Pupus. Pupus bukan satu-satunya hit di album ini. Masih ada Arjuna, Mistikus Cinta, Kasidah Cinta dan Kosong. Menyimak album ini, Anda bakal menangkap suasana klasik. Wajar saja, pasalnya di album ini Dhani (kibor), Once (vokal), Andra (gitar), Erwin (bas) sengaja ingin menciptakan sound ‘60-an. “Kami ingin penggemar kembali ke era 60-an, dimana saat itu The Beatles masih berjaya,” ceplos Dhani. Suatu kali, album ini sempat terganjal masalah lantaran lagu Arjuna Mencari Cinta dianggap mencontek.
10. Alexandria (2005) - Peterpan
Kalau ada album soundtrack paling laku, barangkali Alexandria. Album ini mengalahkan angka penjualan album soundtrack "Ada Apa dengan Cinta?" Garapan Melly Goeslaw dan Anto Hoed maupun "30 Hari Mencari Cinta" milik Sheila on 7 yang terjual di kisaran 600 ribu keping. Total penjualan Alexandria mencapai angka penjualan 1 juta keping.
11. Sheila on 7 (1997) - Sheila on 7
Vidni, Vidi, Vici. Datang, lihat dan menang. Kalimat itu barangkali cocok buat menggambarkan kehebatan Sheila on 7 di percaturan musik Indonesia. Lewat album perdananya, Sheila on 7, kala itu Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bas), Anton (dram) sekarang diganti oleh Bryan, dan Sakti (gitar) berhasil meraih angka penjualan 1 juta keping. 6 ratus ribu di antaranya diraih cuma dalam waktu 6 bulan. Itu artinya, dalam sebulan mereka sukses menjual 100 ribu keping. Lucunya, beberapa bulan sebelum mereka sukses, band ini sempat sesat ketika mencari kantor perusahaan rekaman Sony Music (sekarang SonyBMG). Mereka nyasar ke Tangerang, ke pabrik yang memproduksi alat-alat elektronik bermerek Sony.
12. Madu dan Racun (1986) – Bill & Broad
Tembang Madu dan Racun pernah begitu populer di medio 80-an. Konon saking populenya, album yang memuat lagu yang dibawakan grup musik Bill & Broad, vokalisnya bernama Ari Wibowo yang gemar memakai topi pet dan kacamata hitam ini terjual lebih dari 1 juta keping! Buntut dari kesuksesan ini, Bill & Broad kebanjiran tawaran manggung di mana-mana. Tampang Ari Wibowo dkk, dengan dandanan khasnya menghiasi halaman-halaman banyak media cetak. Puncaknya, lagu ini dijadikan judul film. Film besutan sutradara Abdi Wiyono ini dibintangi Lia Waroka, Nurul Arifin, Ekki Soekarno, dan Rico Tampatty.
13. Tak Ingin Sendiri (1985) - Dian Pisesa
Di era ‘80-an penyanyi-penyanyi solo bagai cendawan tumbuh di musim hujan, jumlahnya begitu banyak. Salah satunya adalah Dian Pisesa. Nama Dian Pisesa melejit setelah menembangkan "Tak Ingin Sendiri." Berkat tembang ini, album bertajuk sama terjual sampai 1 juta keping. Berkat lagu ini pula, Dian dianggap sebagai salah satu penyanyi populer di zamannya. Album "Tak Ingin Sendiri" diproduksi oleh perusahaan rekaman JK Records.
14. Kalangkang (1988) - Nining S. Maeda
Album daerah angka penjualannya tak terlalu dahsyat. Tapi di tangan Nining S. Meida, fakta itu tak berlaku. Lewat album berlanggam pop Sunda, Kalangkang, berhasil meraih angka penjualan 1 juta album. Pencapaian ini sampai kini sulit dicapai oleh album tradisional lain.
15. Air (1998) - Joshua
Album perdana Joshua bertajuk "Cit Cit Cuit". Diluncurkan Maret 1996 (waktu itu usia Jojo baru 3 tahun 4 bulan), album "Cit Cit Cuit" terjual 400 ribu keping. Ini angka yang fantastis buat penyanyi anak-anak seperti Joshua. Album kedua, "Kapal Terbang", yang dirilis Maret 1997 oleh Selecta Record, juga maraih angka penjualan memuaskan. Nah, album ketiganya, "Air", meledak. Album ini terjual 1 juta keping.
16. Sarjana Muda (1981) - Iwan Fals
Album ini bisa dibilang awal karier Iwan Fals di dunia musik Indonesia. Setelah kontrak dengan ABC records selesai, Musica rupanya mencium bakat besar Iwan. Musica lantas teken kontrak dengan Iwan Fals. Album perdana Iwan Fals bersama Musica Studio’s benar-benar dikerjakan secara serius. Lihat saja musisi pendukungnya bukan orang sembarangan. Music director dikerjakan oleh Willy Soemantri, didukung oleh Amir Katamsi, Luluk Purwanto dan Idris Sardi menjadi bintang tamu mengisi suara biola pada lagu Guru Oemar Bakrie. Begitu beredar, album ini langsung menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia yang pada saat itu kenyang disuguhi lagu dengan nuansa cinta mungkin kaget mendengar lirik lagu Iwan Fals yang bernuansa sosial. Album ini meledak di pasaran, hampir seluruh stasiun radio menjadikan lagu Guru Oemar Bakrie pada puncak tangga lagu mereka. Album ini menjadi titik awal perubahan warna musik Indonesia. Lagu yang ada pada album ini adalah Sarjana Muda, Guru Oemar Bakrie, Bung Hatta, Doa Pengobral Dosa, Si Tua Sais Pedati’, Ambulance Zig Zag, 22 Januari, Puing, Yang Terlupakan, Bangunlah Putra Putri Pertiwi. Album ini terjual sampai 1 juta keping.
17. Hati Yang Luka - Betharia Sonata
Di era 80-an, penyanyi solo amat berjaya. Salah satunya Betharia Sonata. Lewat tembang "Hati Yang Luka", mantan istri Willi Dozan ini menguasai pasar musik lokal. Buktinya, album keluaran Musica Studio's ini laku sampa 1 juta keping. Kepopuleran lagu ini membuat Obbie Mesakh, si pencipta lagu "Hati Yang Luka", tertarik membuat lagu sekuelnya. Lagu balasannya berjudul "Jawaban Hati Yang Luka". Obbie Mesakh yang mendendangkan lagu itu.
18. Dingin (1979) - Hetty Koes Endang
Hetty Koes Madewy dikenal dengan nama Hetty Koes Endang, mulai menyanyi sejak berusia 10 tahun. Sebagai anak bekas komandan pangkalan angkatan udara, ia sering diminta tarik suara di lingkungan pangkalan udara, juga di sekolah. Ayahnya dahulu penyanyi keroncong. Karier Yeyet, begitu panggilannya, dalam dunia rekaman dimulai pada tahun 1973, lewat Nada Sound dengan lagu Musim Semi. Nama Yeyet melejid di dunia hiburan setelah melantunkan tembang "Dingin" karya Rinto Harahap. Album ini kabarnya laris sampai 1 juta album.
19. Hati Selembut Salju (1983) - Jamal Mirdad
Jamal Mirdad menggebrak pentas musik lokal bermodal singlenya "Hati Selembut Salju". Gara-gara album ini, album Hati "Selembut Salju" terjual sampai sekitar 1 juta keping. Sebagai penyanyi pop manis (sweet), Jamal bertahan hingga tahun 1986. Di kemudian hari Jamal membawakan lagu-lagu jenaka, antara lain berjudul "Jamilah" yang juga sukses, Siti Julaiha dan Baru Lima Menit. Tahun-tahun berikutnya, Jamal lebih konsen di dunia akting. Pada tahun 1992, ia mendirikan perusahaan PT Citra Wiwitan Film, dan tampil sebagai pemain dalam film produksinya "Ramadhan dan Ramona" dengan lawan main istrinya sendiri, Lydia Kandou. Film tersebut meraih Piala Citra pada FFI 1992 sebagai Film Terbaik, Sutradara Terbaik Chaerul Umam, juga untuk 2 pemeran utamanya, Jamal dan Lydia. Namun setelah itu Jamal kembali ke jalur musik. Baru bermain bareng Lydia lagi dalam serial sinetron Cinta di Awal 30 (1998).
20. Sidney 090102 (2002) - Jamrud
Meski tak sedasyat album Ningrat, Sidney 090102 punya pencapaian lumayan hebat. Album yang digarap Azis dkk di Australia ini terjual sampai 1 juta keping. Ada banyak lagu hit di album ini. Beberapa di antaranya Naksir Abis, Kau dan Ibumu, Halo Penjahat, Selamat Ulang Tahun, Telat 3 Bulan dan Waktuku Mandi. Di album ini, lirik Jamrud makin terkesan vulgar dan nakal. Tak heran, kalau album ini menuai banyak protes. “Buat saya (protes) itu wajar. Sebuah karya pasti ada pro dan kontranya. Tapi yang jelas saya cuma menangkap sesuatu yang terjadi di sekeliling kami,” ujar Aziz yang diangguki Krisyanto (vokal), Ricky (bas) dan Herman (drum).
21. Naluri Lelaki (2006) - Samsons
"Naluri Lelaki" merupakan album debut Samsons. Album ini memuat 12 lagu yang dikemas dalam tempo medium dan mellow yang sebagian besar bertutur tentang cinta. Musik yang ditawarkan Samson dalam "Naluri Lelaki" adalah pop yang dibalut campuran jazz, rock dan alternatif. Mereka menggabungnya dengan porsi yang lumayan enak untuk dinikmati oleh pendengar musik. Samsons go public lewat kidung bertajuk "Naluri Lelaki". Band ini makin melejit setelah singel kedua, "Kenangan Terindah" dirilis. Total album debut Samsons sudah mendekati angka 900 ribu keping.
22. Melayang (2005) - Ungu
Tak salah Ungu memberi judul album anyar mereka Melayang. Buktinya, baru 2 bulan beredar, album ini dirilis 11 Desember 2005, angka penjualan album ketiga Ungu ini langsung melayang ke angka 300 ribu keping. Kini, lebih dari setahun dirilis, angka penjualannya sudah melewati angka 950 ribu keping. Bahkan ada yang menyebut album ini telah laku 1 juta keping.
23. King of Metal Dhank Dhut (2002) - Alam
Munculnya alam di jagad musik Indonesia jadi fenomena unik. Di tengah-tengah dominasi band-band besar, Alam sanggup mencuri perhatian. Hebatnya, ia menarik perhatian publik lewat langgam dangdut yang kala itu tak begitu dilirik. Modal Alam menarik perhatian penggemar musik lewat lagu bertajuk "Mbah Dukun" yang menghuni album King of Metal Dhank Dhut. Lagu ini dikemas dalam irama rock dan dangdut. Sebenarnya, ini bukan hal baru, jauh sebelum Alam muncul, sudah ada Rhoma Irama dengan Soneta yang duluan mengusung langgam ini. Namun berbeda dengan Rhoma, Alam mengusung rock dangdut yang liriknya ringan dan lucu. Saat di puncak kepopulerannya, lagu ini kerap terdengar di angkutan umum, rumah-rumah di gang padat di Jakarta, sampai di kanal khusus musik MTV. Menurut Alam, albumnya itu sudah terjual sampai 900 ribu keping. Namun, ada yang menduga album ini sudah terjual sampai 2 juta keping.
24. "Lain Dunia" (1999) - Padi
"Lain Dunia" merupakan album debut Padi. Album ini diluncurkan pada tahun 1999. "Lain Dunia" diusung dengan basis musik rock. Dengar saja lagu berjudul "Terlanjur" yang sarat dengan beat menghentak. Atau dalam "Di Sini Tanpamu" dan "Beri Aku Arti", dimana isian gitar maupun gebukan drumnya sangat dinamis. Irama rock dengan sajian nuansa modern disajikan dalam satu nomor andalan berjudul "Sudahlah...!" dengan reffrain yang mudah diingat serta eksplorasi total sound gitar pada bagian interludenya, menjadikan lagu ini sangat menarik dan berkarakter. Di lagu "Begitu Indah", Padi mampu tampil memukau dengan balutan musik britrock lewat aransemen rapi antara gitar dan drum. Kepiwaian Padi mengeksplorasi musik semakin nyata dalam penampilannya di lagu berjudul "Maha Dewi", dimana mereka secara ekspresif tampil dengan sentuhan musik irish melalui beat-beat musik yang ditampilkan dengan hitungan 6/8. Jangan heran, dengan komposisi musik yang apik ini, "Lain Dunia" terjual sampai sekitar 800 ribu kopi.
25. Keseimbangan (2003) - Ari Lasso
Bersolo karier jadi pilihan tepat buat Ari Lasso. Tekadnya comeback sebagai penyanyi solo setelah didepak dari posisinya sebagai vokalis Dewa 19, mendapat respon pecinta musik. Buktinya, album pertama ayah 3 anak ini, "Sendiri Lagi" (2001) terjual lebih dari 500 ribu keping. Fantastis kan? Tahun 2003 Ari meluncurkan album keduanya bertajuk "Keseimmbangan". Walau sempat diragukan, album yang memuat lagu Rahasia Perempuan, Cinta Sejati dan Hampa ini ternyata berhasil menyalip "Sendiri Dulu". Album Keseimbangan kabarnya laku di kisaran 800 ribu keping.
sumber :http://hermawayne.blogspot.com/2011/03/25-album-indonesia-terlaris-sepanjang.html
KUDUS – Perbaikan darurat jalan Pantura timur, utamanya Kudus-Pati, telah dilakukan pada awal Januari. Ditargetkan selesai sebelum lebaran tahun ini.
Sepanjang tahun akan terjadi pengerjaan jalan. Potensi kemacetan diperkirakan terus berlangsung. Sementara itu, jalur alternatif Kudus-Pati bagian selatan mulai rusak, sedangkan jalur alternatif utara membahayakan, karena tak dilengkapi lampu penerang jalan dan pagar pembatas.
Belum adanya drainase yang memadai disepanjang jalur Kudus-Pati berpotensi menciptakan genangan air di lajur utama dan bahu jalan. Akibatnya jalan mudah rusak.
Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Pati, FA Mujiono, mengatakan drainase baru disiapkan di ruas Bareng dengan panjang sekitar 500 meter. Untuk antisipasi genangan air, pihaknya juga berencana memaksimalkan parit sawah sebagai saluran pembuangan yang berada di samping jalan. Beberapa waktu lalu, usai hujan deras sebagian badan jalan di jalur Kudus tergenang oleh banjir. Bahu jalan becek penuh lumpur dan berair.
Bahaya Kondisi memprihatinkan terjadi di jalur alternatif. Badan jalan di Desa Bulungcangkring Kecamatan Jekulo Kudus hingga perbatasan Sukolilo Pati rusak, beberapa di antaranya rusak parah. Bahkan saat banjir menggenangi sawah warga yang berada tepat di samping jalan, air meluber menutupi badan jalan setinggi 20-50 sentimeter. Akibatnya badan jalan selebar 3 meter tergerus dan menyisakan kubangan yang dalam antara 10-30 sentimeter. Beberapa truk terguling karena terperosok di kubangan jalan.
Jalur alternatif utara membahayakan karena berada di daerah pegunungan, sehingga banyak ditemui turunan-tanjakan yang curam, serta bersinggungan langsung dengan jurang di samping jalan. Beberapa truk yang bermuatan lebih dari 3 ton tak bisa menaiki tanjakan. Akhirnya terjebak dan diderek oleh truk lain atau mobil derek. Tak adanya lampu penerang mengharuskan pengendara ekstra hati-hati .
Siti Fatimah, salah seorang mahasiswa di Kudus, mengungkapkan kekesalannya. Jarak Kudus-Pati normal hanya 30 menit, jika macet bisa sampai empat jam. ”Biaya transportrasi naik. Biasanya Rp 3.000, sekarang sampai Rp 5.000,” katanya dalam seminggu minimal dua kali naik bus jurusan Kudus-Pati. (H74-24)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/20/137446/Perbaikan-Jalan-Kudus-Pati-Ditarget-Selesai-sebelum-Lebaran-
sumber :http://ruanghati.com/2011/03/18/fakta-jepang-vs-indonesia-bagai-langit-dan-bumi/
Wednesday, February 23, 2011
Perang Jepang terhadap Indonesia: Jepang Cengkram Industri Mobil Indonesia
0 comments Posted by asu at 3:25 PMSudah menjadi rahasia umum kalau pasar mobil di Indonesia di dominasi oleh produsen mobil asal negeri matahari terbit. Jepang bahkan menguasai 95 persen dari seluruh populasi mobil yang ada di tanah air.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy di Pasific Place, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
"95 persen penjualan mobil di indonesia dari Jepang," ungkapnya.
Jonfis lalu menjelaskan kalau di Indonesia sekarang ada sekitar 300-an model mobil yang beredar. Dari jumlah tersebut, Jepang jelas mendominasi dan mencengkram pasar.
Lebih lanjut Jonfis juga menjabarkan kalau dari 300-an model mobil yang beredar di Indonesia itu, hanya 11 model yang sudah mampu berdiri tegak dengan angka penjualan di atas 1.000 unit perbulan.
"Hanya 11 model dari 300-an model yang beredar yang bisa menjual diatas 1.000 unit. Bisa dibilang hanya mereka yang aman kalau dilihat dari skala ekonominya. Dari 11 model, Honda menyumbang 3 model, Jazz, Freed dan CR-V," jelasnya.
Banyak model yang beredar di Indonesia menurut Jonfis adalah buah dari mudahnya birokrasi untuk mendatangkan mobil ke Indonesia khususnya mobil impor.
"Sekarang tidak ada kewajiban untuk produksi mobil di sini, jadi lebih mudah impor. 1-2 mobil saja bisa diimpor," tukasnya.
Sebagai informasi, Indonesia di tahun 2010 lalu berhasil mencatatkan penjualan mobil total sebesar 764.710 unit. Angka ini jauh di atas target Gaikindo yang berada di kisaran 730.000 unit dan juga merupakan rekor baru bagi Indonesia.
Dan di tahun 2011 ini, bila tidak ada aral melintang, kemungkinan angka 800 ribu unit sangat mungkin akan tercapai.
Labels: indonesia
Tuesday, January 25, 2011
Penjualan mobil baru di Indonesia pada 2010 yang mencapai 764.710 unit dan menjadi rekor tertinggi, telah memberi pendapatan bagi negara sebesar Rp79,50 triliun. Dari jumlah tersebut, terbesar disumbang dari Pajak Penjualan Barang Mewah dan Pajak Penghasilan Rp63,54 triliun, selebihnya Rp15,96 triliun dari Pajak Bea balik Nama (BBN) dan Pajak Kendaraan bermotor.
Jongki D Sugiarto, Ketua I Gaikindo mengatakan, sudah saatnya pemerintah memandang lebih serius industri otomotif Indonesia karena sumbangsihnya yang besar. Seluruh pemasukan yang diperoleh dari pajak harusnya diimbangi dengan pertumbuhan infrastruktur yang selaras.
"Masalah macet di Jakarta jangan industri otomotif terus dikambing hitamkan. Nanti kalau penjualan sudah dibatasi, ujung-ujungnya produksi terganggu dan akhirnya PHK (pemutusan hubungan kerja) dilakukan. Ini yang kita hindari," ujar Jongkie di Jakarta hari ini (25/1/2011).
Jongkie menambahkan, di Jakarta saja Otomotif menyumbangkan Rp7 triliun atau 65 persen dari total pendapatan asli daerah pemerintah provinsi. "Tapi, yang ada, otomotif malah terus ditekan dengan berbagai kebijakan kontra produktif," beber Jongkie.
Labels: indonesia
Tuesday, December 14, 2010
Mobil Aballs menjadi pemenang dalam kontes modifikasi, Autoblackthrough 2010. Dapur pacu mobil ini dikembangkan oleh LIPI, sementara seluruh tubuh Aballs dibuat secara custom oleh rumah modifikasi Signal.
Saturday, July 31, 2010
Rendahnya nasionalisme dan patriotisme ATPM merusak kemandirian industri otomotif Indonesia
0 comments Posted by asu at 3:29 AMBanyak hujatan yang dilontarkan kepada Indonesia akan ketergantungan yang luar biasa kepada asing dalam industri otomotif.
Beberapa menyalahkan sikap korupsi, mental kuli, dan sikap tidak kreatif Indonesia. Namun sebenarnya yang paling bertanggung jawab dalam kemandegan tersebut adalah ATPM.
Di India dan China, ATPM sangat berperan penting dalam motor penggerak pengembangan industri motor setempat. ATPM juga menjadi sarana alih teknologi yang sangat mumpuni.
Hanya saja di Indonesia, ATPM malaha kepanjangan tangan brand asing, hal ini diakibatkan karena asing juga menjadi pemilik mayoritas saham dalam ATPM tersebut.
Alih-alih menjadi penegah dalam alih teknologi, ATPM malah digunakan oleh asing untuk memonopoli pasar otomotif, mendikte kebijakan pemerintah dan mengaruk semua potensi bisnis turunan industri otomotif.
Pada zaman dimana era nasionalisme dan kebanggaan tehadap negara sudah bukan sesuatu yang tabu, asing dan ATPM seharusnya mengubah diri dari perilaku neo-kolonialisme seperti ini. Imperialisme ekonomi ini akan membuat konsumen menjadi objek dan bukan subjek dari pengembangan pasar. Usaha-usaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman asing ini akan terus diddengungkan dan brand asing akan menjadi musuh dalam selimut.
Sebenarnya kalau asing misalnya toyota, ingin mengembangkan sayap, mereka harus ikut serta dalam pengembangan kemandirian industri otomotif nasional yang murni, bukan seperti kijang, sehingga penghormatan dan penghargaan kepada asing atau toyota akan semakin mempribumi.
Labels: indonesia
Saturday, July 10, 2010
Dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi yang semakin tinggi di satu pihak, maka sudah menjadi keterharusan di pihak pengguna energi untuk melakukan upaya signifikan dalam penghematan energi dan upaya nyata pengurangan emisi karbon, sebagaimana yang di sampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan “United Nations Climate Change Conference” yang dikenal sebagai Pertemuan Copenhagen 2009 dimana para pemimpin dunia sepakat untuk mengurangi produksi gas emisi pada tahun 2030 mendatang. Indonesia termasuk salah satu negara yang berjanji akan mengurangi jumlah gas emisi sebanyak 26 persen pada tahun 2030 mendatang.
Inovasi teknologi energi baru dan terbarukan yang diaplikasikan pada sektor transportasi sudah menjadi kewajiban para ilmuwan, peneliti dan para rekayasa untuk mengembangkan inovasi teknologi alat-alat transportasi yang ramah lingkungan, hemat energi serta murah dan awet pemeliharaan. Kementerian Riset dan Teknologi berupaya mendukung dan mendorong teknologi inovasi kerjasama ABG (Academician, Business dan Government) yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Bandung dengan PT Betrix Indonesia dalam mengembangkan proyek sepeda motor listrik tanpa BBM dan infrastruktur stasiun "electric re-fuelling system” pertama karya anak bangsa.
Prototype sepeda motor listrik tanpa BBM tersebut diberi merk "ABYOR" yang berarti cemerlang dengan kinerja jarak tempuh 200 km per pengisian baterei (recharging), kecepatan maksimum 40 km/jam, akselerasi 0-35 km/jam dalam 10 detik. Acara uji-coba telah dilakukan oleh tim gabungan dari Biro Litbang Polri, Dit Samapta, Ditlantas Mabes Polri di Lapangan Brigif 15 Kujang II Cimahi Jawa-Barat, yang dibuka oleh Hari Purwanto Asisten Deputi Program Unggulan dan Strategis Kementerian Riset dan Teknologi serta dihadiri Kepala Pusat Inovasi LIPI, Bambang Subiyanto, Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI, Adi Santoso, serta pejabat teras PLN serta berbagai pihak ABG lainnya yang lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Hari Purwanto meninjau dan mencoba kendaraan minibus roda empat yang bermesin full listrik hasil kerjasama pengembangan LIPI dan DIKTI, serta eksperimen pemanfaatan hidrogen generator hasil pengembangan LIPI dan PLN pada kendaraan roda empat lainnya.
Untuk kedepan, kebijakan riset dan teknologi diarahkan guna menggalang upaya nyata kerjasama konsorsium R&D yang dapat meningkatkan produktifitas R&D yang didukung berbagai pihak seperti kemampuan disain lokal serta meningkatkan kandungan lokal, sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan kapasitas inovasi teknologi transportasi yang "ramah lingkungan", terjangkau dan murah dapat semakin terwujud, guna melakukan upaya nyata seperti apa yang telah disampaikan oleh Presiden SBY pada pertemuan Copenhagen tahun 2009. (ADPRUS/ humasristek)
Sunday, June 27, 2010
Pemda Jateng dan Jatim Akan Gunakan Mobil Esemka, Siapa menyusul??
0 comments Posted by asu at 3:50 PMIni merupakan tindakan yang perlu dicontoh. Tidak hanya berbicara mengenai pengembangan mobil nasional, tapi juga memberikan kontribusi konkret terhadap usaha pengembangannya.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rencananya kedua pemda tersebut akan menggunakan mobil buatan anak-anak SMK tersebut.
"Ya, sepertinya mereka tertarik, karena masing-masing sudah memesan sebanyak 100 unit mobil Esemka," ujar konsultan Departemen Pendidikan Nasional Ari Setiawan, ketika dikunjungi detikOto, di pameran Indonesian Manufacturing, di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, (2/12/2009).
Rencananya Esemka yang diminati Pemda ini adalah Esemka Digdaya. Sebelumnya Digdaya juga sudah diminati oleh kalangan di China.
Meskipun belum tahu akan digunakan untuk apa, namun Ari berharap, pemesanan tersebut dilakukan karena kedua instansi pemerintah tersebut tertarik untuk menjadikan mobil Esemka sebagai unit operasional mereka.
"Itu salah satu tindakan konkret mereka, jadi tidak hanya asal bicara saja," tambahnya.
Sehingga saat ini, Ari hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya memenuhi permintaan total 200 unit tersebut, dengan memacu para anak-anak SMK untuk semakin kreatif dan produktif. Kapan Pemerintah Pusat menyusul?
Labels: Auto, Car, ESEMKA Made in Indonesia, indonesia
Thursday, June 17, 2010

Produk konsep yang disajiakan disampaing menawarkan banyak inovasi seperti skubek sport, juga motor yang sangat Indonesia banget semisal Kanzen Hybrid yang mengaplikasi dual penggunaan BBM dari LPG dan Bensin lalu ada Kanzen MPM (Multipurpose Motorcycle) atau motor serbaguna yang dapat membantu dalam ladang pertanian dan perkebunan.
Tuesday, June 8, 2010
Terkait "Silent War" Jepang terhadap Industri Otomotof Pribumi: Ternyata Indonesia Pasar motor Terbesar di Asia
0 comments Posted by asu at 3:19 AMIndonesia merupakan pasar motor terbesar di Asia, namun negeri ini belum mempunyai produksi motornya sendiri, sehingga banyak produsen motor dari negara lainnya seperti China, Jepang, dan Italia melemparkan produksinya ke Indonesia.
Potensi pasar yang besar itu mendorong TVS Group melalui TVS Motor Company Indonesia pada tahun 2005 melakukan investasi sebesar 50 juta dolar AS ke pasar domestik dengan mendirikan pabrik pertama di Karawang, kata Chief Operating Officer PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI), Darmady Tjuatja saat peluncuran produksi baru TVS Neo X3i di Jakarta, Senin.
Menurut Darmadi Tjuatja, banyaknya motor dari negara lain masuk ke Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar yang potensial dalam industri tersebut.
Namun India melalui TVS Group mempunyai pandangan yang berbeda dengan produsen lainnya, langsung melakukan investasi dan mendirikan pabrik di Karawang dengan produksi sebesar 300 ribu per tahun, katanya.
Ia mengatakan, pasar Indonesia dengan India sebenarnya sama, karena keduanya memiliki penduduk yang jumlah cukup besar, namun India mempunyai produksi motor sendiri seperti Bajay dan TVS Neo, sedangkan Indonesia masih belum ada produknya.
Begitu pula dengan China sudah memproduksi motor China dan mempunyai pasar sendiri, dan melepas produknya juga ke pasar Asia lainnya seperti di Indonesia, namun belum melakukan investasi di Indonesia dalam sektor tersebut.
Namun India dengan komitmen yang kuat melakukan investasi di Indonesia yang akan dijadikan sebagai pusat produksi motor TVS Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara, tuturnya.
Ditanya kenapa masih memproduksi motor bebek, menurut dia, karena pasar masih cukup besar yang mencapai 38 persen, sedangkan TVS merupakan “anak bawang” yang baru muncul dalam tiga ini.
“Kami harapkan dapat meraih pangsa pasar di dalam negeri antara delapan persen sampai 10 persen,” katanya.
TVS Indonesia, lanjut dia juga berminat memproduksi jenis motor bukan bebek, namun saat ini masih fokus ke sektor tersebut.
Karena itu , TVS juga berharap akan dapat memproduksi satu juta unit motor dalam beberapa tahun ke depan, sehingga menjadi pemain utama dalam bisnis tersebut, katanya.
Tuesday, May 18, 2010
Mobnas Esemka mengincar guru dan Kepala Sekolah sebagai target awal pembelinya, hal ini ditujukan agar menjadi panutan guna semakin memacu motivasi para siswa-siswinya untuk terus berkarya di bidang otomotif.
Karenanya, konsentrasi pemasaran awal akan dipusatkan pada guru dan kepala sekolah, sebagaimana diutarakan Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno.
Ia memaparkan, segmentasi pasar bertujuan agar anak-anak SMK bisa semakin bersemangat dalam berkarya, karena melihat tokoh-tokoh panutan mereka mengakui dan membeli produk yang telah mereka ciptakan.
"Kalau guru dan kepala sekolahnya saja membeli, mereka (SMK) kan pasti bersemangat, karenanya kita coba fokus di situ dulu," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Selasa (18/5/2010).
Sejauh ini, ada sekitar 7.000 SMK yang ada di Indonesia, kalau saja kepala sekolah dan gurunya membeli hasil karya muridnya ini, Esemka tentu akan maju.
Kedua mobil ini sendiri dirakit dan dikembangkan oleh lima SMK, yakni SMK 2 Solo, SMK 5 Solo, SMK Muhammadiyah Borobudur dan SMK 1 Singosari dengan mengusung tiga pilihan mesin bensin dan 1 mesin diesel.
Untuk mesin bensin, Esemka akan tersedia dalam kapasitas 1.8 liter, 2.000 cc dan 2.200 cc, sedangkan untuk diesel Esemka akan tersedia dengan mesin 2.500 cc.
Monday, April 19, 2010
Mobil nasional garapan PT Super Gasindo Jaya, Nuri, yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan, nantinya akan dipasarkan pada masyarakat umum. Pabrikan nasional ini bakal menjadikan anak-anak kampus yang mengaku nasionalis sebagai pangsa pasarnya.
Hal tersebut diutarakan langsung CEO Super Gasindo Jaya, Kuntjoro Njoto. Ia mengatakan, segmen menengah akan menjadi incaran pemasaran Nuri kedepannya.
"Kelas menengah, khususnya para mahasiswa-mahasiswa yang peduli dengan produk dalam negeri menjadi pangsa pasar kita, mobil ini cocok untuk mereka," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Senin (19/4/2010)
Selain dimensinya yang kecil, kapasitas mesin yang diperbesar bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa yang ingin tampil ekonomis dan efisien, namun tetap mengedepankan fungsi, sehingga Nuri dinilai cocok untuk mendukung aktifitas mereka.
Karenanya, sampai saat ini, Nuri terus dikembangkan terutama mengenai urusan safety dan kenyamanannya nanti, sehingga ketika mulai dipamerkan bulan Juli mendatang, sudah dalam keadaan yang siap untuk dipasarkan kepada konsumen umum.
Thursday, April 1, 2010
Jadi Taksi: Dukung produksi massal mobnas pemerintah bisa tiru jepang dan Inggris
0 comments Posted by asu at 10:25 PMTaksi dibeberapa negara sudah diwajibkan untuk ikut serta dalam komitmen pelestarian lingkungan. Karenanya sejumlah perusahaan taksi dunia sudah menggunakan mobil bertenaga listrik.
Bila beberapa waktu lalu sempat muncul taksi yang menggunakan Mitsubishi i-MiEV di Jepang, kini Inggris pun mulai menerapkan hal serupa. Hanya saja bukan mobil listrik Mitsubishi tersebut yang digunakan, melainkan Mercedes-Bez Vito bermesin elektrik.
Hebatnya, program sosialisasi penggunaan taksi elektrik ini dibiayai oleh Goverment Advantage Niche Vehicle Research & Development Programme, di London, Inggris.
"Kami ingin di London taksi sudah menggunakan mobil listrik pada 2012 mendatang," ungkap Sales and Marketing Director of Zytek Automotive, Steve Tremble, seperti dikutip dari Autoevolution, Jumat (2/4/2010).
Mercedes menyebut taksi elektirk ini E-Vito. Mobil itu mampu mengangkut hingga enam orang sejauh 120 km dalam sekali pehgisian baterai listriknya. Bila baterai habis, dapat diisi ulang lagi dengan memakan waktu enam jam.
E-Vito menggunakan motor listrik bertenaga 75kW (95hp) yang disuplai dari baterai Li-ion yang mempunyai power 35 kWh. Untuk motor listrik dipakai keluaran Zytek, sementara baterai listriknya dipasok dari Valence.
Sedang transmisi E-Vito, pabrikan Jerman itu memilih merek Vocis yang disuplai oleh Graziano. Selain itu, disematkan pula teknologi yang memungkinkan roda belakang bisa membelok. Dengan begitu radius putar E-Vito bisa mencapai 7,6m.
Posisi motor listrik terpasang di atas mesin dan ada penambahan air untuk mencegah panas dari mesin. Kabel-kabel listrik bertegangan tinggi dan rendah saling berhubungan. Begitu juga sistem lainnya seperti ABS (antilock braking system), ESP (electronic stability program) dan OBD (onboard diagnotics).
Untuk memuluskan proyek kendaraan listrik ini, Mercedes-Benz Inggris memberi kepercayaan kepada Zytek, Valence Technologies & Penso. Untuk pemasaran akan diserahkan kepada Zyteck.
Saturday, March 27, 2010
In their release in "mobnas" facebook, signalauto.net express their support and readiness to take part in the building of "mobnas project".
signalauto.net or SIGNAL KUSTOM BUILT was found in Bandung, Indonesia. Opened in 2005, They became the leader in auto modification and custom painting in town. They had rebuilt and won many contest cars, especially well known by the extreme transformation of ‘97 Panther Pick Up into Hummer H2 SUT. With their product quality, team creativity, and variety of design, they could transform any vehicle into a unique work of art.
More
Thursday, March 25, 2010
Ternyata Jerman Melalui Mercedes Pernah Menyuap Damri: Saatnya Indonesia Memakai Bus Lokal
0 comments Posted by asu at 5:40 AMPerusahaan Daimler, yang membuat mobil dan bus Mercedes, terungkap pernah menyuap pejabat BUMN di Perum Damri. Namun, Kementerian BUMN menjamin pengadaan bus setelah tahun 2005 bebas dari suap.
Penyuapan Daimler di Indonesia adalah bagian dari kasus penyuapan besar-besaran pabrik Mercedes itu di 22 negara yang diungkap oleh US Department of Justice (Depkum HAM AS). Daimler kini menghadapi tuntutan di AS atas praktek penyuapan yang diungkap Depkum HAM AS.
Penyuapan ini untuk melancarkan tender pengadaan mobil, bus atau truk Mercedes dengan pemerintah setempat. Nah, di Indonesia, yang kebagian uang suap Daimler adalah Perum Damri yang menerima US$ 41.000. Uang itu untuk keanggotaan golf, hadiah perkawinan dan bentuk penyuapan lain untuk pejabat terkait.
"Saya yakin kalau pengadaannya tahun 2006 ke atas, tidak ada pejabat BUMN yang terlibat," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (25/3/2010).
Menurut dia, Kementerian BUMN baru dibentuk tahun 2005. Perum Damri sebelum itu berada di bawah Kementerian Perhubungan.
"Saya sudah cek itu (suap Mercedes), tapi saya nggak tahu kapan pengadaannya. Tapi saya yakin itu sebelum ada Kementerian BUMN," jelas Said.
Memang, data dari Depkum HAM AS tidak menyebutkan tahun proyek pengadaan bus Damri yang menggandeng Mercedes. Depkum HAM AS hanya menyebutkan rentang waktu kejadian penyuapan di 22 negara itu pada 1998-2008.
"Saya juga nggak tahu persis orangnya (pejabat Damri) masih menjabat atau tidak sekarang ini," pungkasnya.
Sementara itu Dirut Perum Damri, Iwitjara Adjie, belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Dia tidak merespons saat dihubungi beberapa kali lewat ponselnya.
Wednesday, March 24, 2010
Gabungan beberapa karoseri nasional mengembangkan perakitan sasis bus buatan dalam negeri yang diberi nama Mobindo (Mobil Indonesia).
Rencananya Mobindo mulai diproduksi pada bulan Oktober 2009 dengan investasi awal hingga US$ 10 juta.
Direktur Utama PT Mekar Armada Jaya (New Armada) David Herman Jaya mengatakan Mobindo dikembangkan oleh 5 pemegang saham utama antara lain Adi Putro, Armada Jaya, Dongpung, Honda dan Askarindo.
"Produksi awal kami akan produksi 500-1000 unit sasis bus per tahun," katanya saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian, Kamis malam (13/8/2009).
Rencananya Mobindo akan memproduksi jenis sasis bus untuk ukuran 9 meter keatas dengan target pasar metromini untuk wilayah pedesaan.
"Produksinya untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri," katanya.
Dikatakannya selama ini produk sasis banyak diimpor dari luar negeri. Sehingga dengan adanya produk sasis Mobindo kebutuhan sasis bus bisa depenuhi dari dalam negeri meskipun dalam jumlah terbatas.
"Kita akan maksimalkan komponen lokal semua, tujuanya kita lokal," jelasnya.
David menambahkan total kebutuhan mobil komersial termasuk bus per tahunnya mencapai 65.000-70.000 unit per tahun. Sampai saat ini total perusahaan karoseri di tanah air mencapai 400 perusahaan, dengan tenaga kerja sekitar 40.000-50.000 orang.
Monday, March 22, 2010
Asianusa di facebook mereka meluncurkan sebuah produk mobnas anyar yang bakal mengisis kekosongan pada segmen mobil impian Indonesia. PT Boneo Daya Utamma, produsen Boneo, meluncurkan beberap tipe dengan variasi warna yang sangat menarik.
Thursday, March 18, 2010
LIPI Lebih Memilih BUMN Untuk Produksi Massal Mobil Hybrid Made in Indonesia
0 comments Posted by asu at 11:56 PMLembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia (LIPI) berharap ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertarik pada mobil hibrida garapan LIPI dan berniat untuk memproduksi mobil itu secara masal.
LIPI sendiri selama ini sudah bekerja keras untuk membuat mobil konsep yang ramah lingkungan dan juga hemat dalam penggunaan bahan bakar sejak 2005 hingga saat ini proses pengembang terus dilakukan.
Hal itu diungkapkan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman di Bandung.
"ATPM mobil tentu susah karena mereka sudah concern pada produknya. Nah yang kita harapkan ada BUMN yang tertarik memproduksi massal mobil tersebut," ujar Syahrul.
Kenyataan itu tentu berat bagi LIPI, sebab persaingan mobil di zaman sekarang tentu ketat karena setiap produsen mobil dituntut untuk menciptakan mobil yang layak.
Menanggapi hal itu Syahrul menyatakan kesiapannya untuk membuat mobi tersebut bersaing dengan mobil hibrida lainnya.
"Kita tentu siap bersaing dengan yang lain," yakinnya.
Sebelumnya LIPI telah berhasil mengembangkan mobil konversi listrik dari sasis Toyota Kijang.
Satu lagi mobil hatchback atau si bungkuk yang saat ini pengembangannya terus dilakukan untuk mendapatkan titik maksimal. Si mobil hibrida hatchback itu mengadopsi mesin berkapasitas 160 cc.
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuat terobosan di bidang otomotif dengan meluncurkan "Semar". Ini adalah mobil irit yang dirancang bisa menempuh jarak 1.000 kilometer dengan satu liter bensin.
Mobil itu akan ditingkatkan lagi untuk menyaingi mobil Prancis. Menurut Suhanan, rekor jarak terjauh dengan 1 liter bensin dipecahkan mahasiswa Prancis, karena dengan 1 liter bisa menempuh jarak 3.700 kilometer. Microjoule -- nama prototipenya -- mampu menempuh sekitar 3.794 kilometer per liter.
Kendaraan ini akan diikutkan dalam "Shell Eco-Marathon" (SEM) Asia 2010 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 8-11 Juli 2010, yang merupakan ajang pendidikan untuk memotivasi kreativitas dan inovasi mahasiswa menjawab tantangan di bidang kelangkaan energi pada masa depan dengan menciptakan kendaraan yang dapat menempuh jarak terjauh dengan BBM seminimal mungkin.
Keikutsertaan UGM Yogyakarta merupakan yang pertama kali bersama tiga perguruan tinggi lain, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) , Universitas Indonesia (UI) Jakarta, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya di SEM Asia 2010.
Tim Semart terdiri atas 15 mahasiswa Fakultas Teknik UGM dengan koordinator Teofilus Hartono. Mereka dibimbing sejumlah dosen, antara lain, Dr Jayan Sentanuhady (mesin/prime power), Dr Alva Edy Tantowi (desain), dan Dr Suyitno (struktur).
Bentuk mobil "Semar" memang mirip kendaraan balap formula. Pengemudi duduk setengah berbaring dengan bobot tidak boleh melebihi 50 kilometer, sehingga yang bisa mengemudikan hanya perempuan, karena susah mencari pria berbobot kurang dari 50 kilogram.
Namun, efiesiensi yang dimiliki mobil itu mempunyai efek samping, karena hanya bisa berjalan maksimal dengan kecepatan 35 kilometer per jam. Artinya untuk menempuh perjalanan dari Anyer-Panarukan yang berjarak 1.000 km per liter membutuhkan waktu sekitar 30 jam. Hal ini bukan merupakan prestasi maksimal, kata Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Suhanan.
Tim menjelang lomba akan mengupayakan agar kendaraan lebih ringan, yakni tidak lebih dari 20 kilogram. "Semar" didesain menggunakan dua roda berpenggerak di belakang dan satu steering roda depan. Penggerak pemula adalah mesin 4 tak berselinder tunggal dengan kapasitas 25 cc, yang diaplikasikan dengan sistem injeksi yang bisa diprogram.
Rektor UGM Prof Sudjarwadi mengatakan, pembuatan "Semar" adalah contoh rintisan terpuji dalam perjalanan mahasiswa calon pemimpin bangsa di bidangnya yang berambisi mengabdi untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan.
"Partisipasi di SEM Asia 2010 sesuai dengan salah satu visi dan misi UGM sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia menuju perguruan tinggi Tri Dharma yakni kampus kerakyatan, kampus sosiokultural, dan universitas riset," katanya.
Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi mengatakan, SEM Asia 2010 memberikan kesempatan kepada generasi muda yang tertarik dengan teknologi, energi, dan transportasi sebagai sebuah wadah yang unik untuk menampilkan inovasi mereka.
"Kami bangga Tim Semart UGM sebagai salah satu dari sembilan tim dari Indonesia yang akan berlaga di SEM Asia 2010 sudah meluncurkan kendaraannya. Kami berharap kesembilan tim dari Indonesia, yakni UGM, ITS, UI, dan ITB dapat unjuk gigi dan berprestasi di tingkat internasional," katanya.
Ajang SEM baru pertama kali diselenggarakan di Asia. Ajang ini sudah digelar 25 tahun di Eropa dan kawasan Amerika. Even ini akan diikuti 111 tim dari 12 negara di Asia. Untuk setiap tim Indonesia, Shell mendukung dana 2.000 ribu dolar AS untuk pembuatan mobil, sedangkan akomodasi tim sebesar 2.250 dolar AS.
Mobil irit ini terbuat dari bahan ringan, yakni campuran fiber. Mobil ini juga dirancang memiliki bentuk yang mengurangi koefisien hambatan angin. Bentuknya seperti mobil balap Formula 1.
"Struktur rangka dari kendaraan `Semar` menggunakan kombinasi pelat dan profil almunium yang didesain sedemikian rupa sehingga berat dan struktur bodi tidak lebih dari 25 kilogram," kata pembimbing Tim Semart UGM, Jayan Sentanuhady, RAbu 17 Maret 2010, seusai menguji coba kendaraan itu dari University Club (UC) UGM Bulaksumur ke kawasan Malioboro Yogyakarta .
Kendaraan ini memiliki panjang total 2,7 meter, tinggi 0,8 meter, dan lebar 0,88 meter yang didesain dengan tiga roda berpenggerak di roda belakang dan steering roda depan.
Sebagai penggerak permulaan digunakan mesin 4 tak bersilinder tunggal dengan kapasitas 25 cc yang mengaplikasikan sistem injeksi yang dapat diprogram. Dengan sistem itu diharapkan konsumsi bahan bakar dapat dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan riil.
Dengan konsep itu, "Semar" dapat melaju dengan konsumsi bahan bakar seminimal mungkin, sehingga menjadi kendaraan ramah lingkungan, karena dengan jarak tempuh 1.000 km hanya mengonsumsi BBM 1 liter bensin. Ini berarti jarak tempuh antara Anyer-Panarukan hanya menghabiskan 1 liter BBM, kata Jayan.
Friday, March 12, 2010
PT Bosowa Nusantara Motor, membuat motor bekerjasama dengan Hyosong Motors & Machinery Inc, Korsel.

